Selasa, 23 September 2014

Dekade 1960-1970-an: perkembangan signifikan dan berekspansi

Dekade ini merupakan dekade pembangunan sekaligus kemajuan untuk Garuda. Pada tahun 1961, Garuda mendatangkan pesawatturboprop Lockheed L-188C Electra, ketiga pesawat baru itu masuk dinas aktif pada bulan Januari 1961 dan diberi nama "Pulau Bali", "Candi Borobudur" dan "Danau Toba", yang merupakan nama tujuan wisata Indonesia yang paling dikenal di luar negeri, tahun 1963, Garuda membuka rute penerbangan menuju Tokyo dengan pesawat L-188 dengan perhentian di Hongkong, rute ini kemudian dikenal dengan nama "Emerald Route". Garuda memasuki era jet pada tahun 1964 dengan datangnya tiga pesawat baru Convair 990A yang diberi nama "Majapahit", "Pajajaran" dan "Sriwijaya", yang merupakan nama kerajaan kuno di Indonesia dan menjadikan Garuda Indonesia maskapai pertama di Asia Tenggara yang mengoperasikan pesawat jet subsonik. Saat itu, jet bermesin empat Convair 990 merupakan pesawat berteknologi canggih dan memiliki kecepatan tertinggi dibandingkan pesawat-pesawat lain yang sejenis, seperti Boeing 707 dan Douglas DC-8. Dengan pesawat ini pula Garuda membuka penerbangan antarbenua dari Jakarta ke Amsterdam melewati MedanBombayBeirutdan Roma. Pada tahun 1966, Garuda kembali memperkuat armada jetnya dengan mendatangkan sebuah pesawat jet baru, yaitu Douglas DC-8. Sementara, pada akhir tahun 1960-an, Garuda membeli sejumlah pesawat turboprop baru seperti, Fokker F27. Pesawat ini datang secara bertahap mulai tahun 1969 hingga 1970 dari hasil penjualan beberapa pesawat berbadan lebar untuk memenuhi pasar domestik yang terus berkembang.

Senin, 22 September 2014

Dekade 1940-1950-an: awal pendirian, perjuangan, dan menjadi maskapai nasional

Pada tanggal 26 Januari 1949 dianggap sebagai hari jadi Garuda Indonesia, dimana maskapai bernama Indonesian Airways terbang dari Jogjakarta menuju Jakarta dengan pesawat yang bernama Seulawah atau Gunung Emas, yang diambil dari nama gunung terkenal di Aceh dana untuk membeli pesawat ini, didapatkan dari sumbangan rakyat Aceh, pesawat tersebut dibeli seharga 120.000 Dollar Malaya yang sama dengan 20 kg emas. Maskapai ini tetap mendukung Indonesia sampai revolusi terhadap Belanda berakhir, Garuda Indonesia mendapatkan konsesi monopoli penerbangan dari Pemerintah Republik Indonesia pada tahun 1950 dari KLM, perusahaan penerbangan nasional Belanda. Garuda pada awalnya adalah hasil joint venture antara Pemerintah Indonesia dengan maskapai Belanda, Koninklijke Luchtvaart Maatschappij (KLM). Pada awalnya, Pemerintah Indonesia memiliki 51% saham dan selama 10 tahun pertama, perusahaan ini dikelola oleh KLM, karena paksaan nasionalis KLM menjual sebagian dari sahamnya pada tahun 1953 ke pemerintah Indonesia dan pada waktu yang bersamaan, maskapai ini memiliki 46 pesawat. Tahun 1956, Garuda Indonesia meresmikan pelayanan penerbangan haji menujuMekkah dengan Convair CV-340.
Pemerintah Burma menolong maskapai ini pada masa awal berdirinya, Oleh karena itu pada saat maskapai ini diresmikan sebagai perusahaan pada 31 Maret 1950, Garuda menyumbangkan sebuah pesawat DC-3 kepada Pemerintah Burma. Pada awal berdirinya, Garuda memiliki 27 pesawat terbang, staf terdidik, bandara dan jadwal penerbangan, sebagai kelanjutan dari KNILM, kesiapan Garuda Indonesia ini membuat mereka berbeda dengan maskapai pionir lainnya di Asia.

Minggu, 21 September 2014

Asal nama Garuda Indonesia

Pada tanggal 25 Desember 1949, wakil dari KLM yang juga teman Presiden Soekarno, Dr. Konijnenburg, menghadap dan melapor kepada Presiden di Yogyakarta bahwa KLM Interinsulair Bedrijf akan diserahkan kepada pemerintah sesuai dengan hasil Konferensi Meja Bundar (KMB) dan meminta kepada beliau memberi nama bagi perusahaan tersebut karena pesawat yang akan membawanya dari Yogyakarta ke Jakarta nanti akan dicat sesuai nama itu.
Menanggapi hal tersebut, Presiden Soekarno menjawab pertanyaan tersebut dengan mengutip satu baris dari sebuah sajak bahasa Belanda gubahan pujangga terkenal, Raden Mas Noto Soeroto di zaman kolonial yang berisi, Ik ben Garuda, Vishnoe's vogel, die zijn vleugels uitslaat hoog boven uw eilanden ("Aku adalah Garuda, burung milik Wisnu yang membentangkan sayapnya menjulang tinggi diatas kepulauanmu")
Maka pada tanggal 28 Desember 1949, penerbangan bersejarah terjadi pada pesawat DC-3 dengan registrasi PK-DPD milik KLM Interinsulair terbang membawa Presiden Soekarno dari Yogyakarta ke Jakarta untuk menghadiri upacara pelantikannya sebagai Presiden Republik Indonesia Serikat (RIS) dengan nama Garuda Indonesian Airways, yang diberikan oleh Presiden Soekarno kepada perusahaan penerbangan pertama ini.

Sabtu, 20 September 2014

Garuda Indonesia

Garuda Indonesia (PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk) adalah maskapai penerbangan nasional Indonesia. Garuda adalah nama burung tunggangan Dewa Wisnu dalam legenda pewayangan. Pada tahun 2007, maskapai ini bersama dengan maskapai Indonesia lainnya, dilarang terbang menuju Eropa karena kejadian yang menimpa Garuda Indonesia Penerbangan 200.[1]. Setahun kemudian, maskapai ini menerima sertifikasi IATA Operational Safety Audit (IOSA) dari IATA yang menunjukkan Garuda Indonesia telah memenuhi standar keselamatan penerbangan Internasional[2] Pada 1 Juni 2010, Garuda Indonesia melakukan pembukaan kembali rute Amsterdam yang di tutup pada tahun 2004 dengan pesawat Airbus A330-200 dengan kapasitas sebanyak 222 penumpang dengan perhentian di DubaiUni Emirat Arab. Hal ini menunjukkan Garuda Indonesia mulai tertarik dalam membuka rute ke Eropa. Pada tahun 2010, Garuda mendapatkan penghargaan dari Skytrax yaitu " World's Most Improved Airline" atas langkah Garuda yang dipimpin oleh Emirsyah Satar dalam merombak maskapai nasional tersebut.[3]. Pada tahun 2013, Garuda Indonesia mendapat penghargaan dari Skytrax yaitu "World Best Economy Class" dan "World Best Economy Class Seat".
Pada tanggal 5 Maret 2014, Garuda Indonesia bergabung dengan aliansi SkyTeam sebagai anggota yang ke 20 dan berlangsung di Denpasar, Bali.[4] Garuda telah menandatangani perjanjian kerjasama dengan Liverpool FC Inggris dan kini merupakan sponsor global untuk Liverpool FC.[5] Pada tanggal 30 Mei 2014, Garuda Indonesia melayani rute ke Amsterdam dengan nonstop menggunakan Boeing 777-300ER yang memiliki kabin terbaru dari semua armada, dan pada tanggal 8 September 2014, Garuda Indonesia membuka kembali rute Eropa kedua mereka yaitu London dengan armada yang sempat digunakan untuk menerbangi rute nonstop menuju Belanda.[6]

Jumat, 19 September 2014

Garuda Indonesia airline plans to connect Bali to Timor-Leste

Indonesia flagship airline Garuda Indonesia is due in October to launch flights between Denpasar, Bali and Dili, the capital of Timor-Leste (East Timor), the airline’s director of sales and promotion Erik Meijer said recently.
Cited by the Jakarta Post, Meijer said the company will have a daily flight between Denpasar and Dili, following a memorandum of understanding signed last week with Air Timor, the flagship carrier of Timor-Leste.
The memorandum of understanding was signed by the CEO of Garuda Indonesia, Emirsyah Satar and the Director of Air Timor, Bento Francisco Alves Pereira Belchior as part of a visit to Timor-Leste’s by Indonesia’s President Susilo Bambang Yudhoyono.
Meijer said that Garuda Indonesia is optimistic about the connection to Dili as there are few flights to the capital of Timor-Leste “and we trying to respond to market demands.” (macauhub/TL)

Kamis, 18 September 2014

Liverpool legends Robbie Fowler and Ian Rush check in Gatwick Airport passengers for Garuda Indonesia airline

It’s not unusual to bump into footballers at airports – but having two Liverpool legends checking in passengers at Gatwick will definitely have surprised some travellers on Monday.
Ex-Reds stars Robbie Fowler and Ian Rush helped Garuda Indonesia – who became Liverpool’s official airline partner in 2012 – celebrate their inaugural flight from London to Jakarta by working as check-in attendants at the international airport.
But, that’s not all.
As well as their checking-in duties, the duo also took part in some football freestyle fun and signed autographs and shirts for supporters.
Nice!

Rabu, 17 September 2014

Garuda Indonesia to Introduce Jakarta - Nagoya Service in April 2015

JAKARTA, Sept 11, 2014 - (ACN Newswire) - Garuda Indonesia will introduce Jakarta - Nagoya route in April 2015, to meet market demand and broaden its flight network in Japan. Jakarta - Nagoya service is also part of the airline's "network" expansion program, especially in the international sector to and from Indonesia and Japan.
President & CEO Garuda Indonesia Emirsyah Satar said that reopening the Nagoya route was a strategy to expand the Garuda network to Japan and beyond. "Japan is very important to Garuda Indonesia. For more than 50 years, Garuda Indonesia has shown its support towards the diplomatic relations between Indonesia and Japan - especially in increasing economic, tourism and social activities between the two countries," added Emir.
Emir was stating this when welcoming the Governor of Aichi Prefecture Japan Ohmura Hideaki in in Jakarta Monday evening (8/9). In addition to discussing the plan of resuming flights Jakarta - Nagoya, the visit also discussed the development of a strategic partnership between Garuda Indonesia and Aichi Prefecture and associated business commitment to local corporate accounts, to the development of tourism potential between the two sides.
Japan is an important market for Garuda Indonesia, specifically the province of Aichi prefecture which is known as a center for the automotive and aviation industry in Japan and for its beautiful scenery. "Aichi Prefecture and Japan is a market with huge potential particularly business and leisure passengers. Hopefully this cooperation will further strengthen the good relations between the two countries, in terms of improving economic relations, trade and tourism between the two countries," Emir added.
Jakarta - Nagoya route will be served by Airbus A330-200 which has capacity of 222 with 36 business class and 186 economy class and Garuda plan to fly 5 times a week.
Garuda Indonesia currently serves 39 weekly flights to Japan, including the Jakarta - Osaka (Kansai), Denpasar - Osaka (Kansai), Jakarta - Tokyo (Narita), Denpasar - Tokyo (Narita), Denpasar - Tokyo (Haneda), and Jakarta - Tokyo (Haneda).
Garuda Indonesia also has an established codeshare agreement with ANA-All Nippon Airways, through the codeshare agreement, Garuda Indonesia passengers will be able to fly with ANA to various large cities in Japan, such as Fukuoka, Saporro and Okinawa.
Connections to the United States can also be made through codeshare with Delta Airlines Codeshare. The flights will be conveniently timed to connect Garuda Indonesia's flights between Jakarta and Tokyo - Haneda, offering both airlines' customers one-stop travel between Indonesia and the U.S.
About PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.
Presenting a new level of service excellence in air travel, Garuda Indonesia, the national airline of Indonesia, seamlessly connects more than 65 destinations worldwide to not only one of the largest economies in Southeast Asia, but also an array of exotic locations in the beautiful archipelago of Indonesia all at once. With approximately 500 daily flights and a fleet of around 140 aircraft, Garuda Indonesia proudly serves our passengers with the award-winning "Garuda Indonesia Experience" service, which highlights Indonesia's warm hospitality and rich diverse culture.
The airline continuously strives, through its ongoing transformation program, to provide better and more convenient services with one of the youngest fleets in the sky, which should grow to around 194 aircraft by 2015. In March 2014, Garuda Indonesia joined SkyTeam, the global airline alliance with 20 members, providing access to an extensive global network with over 15,700 daily flights to 1,052 destinations in 177 countries.
For further information, please log on to www.garuda-indonesia.com, follow @IndonesiaGaruda on Twitter or like our Facebook page at PT.GarudaIndonesia. 
Contact:
PT Garuda Indonesia
Corporate Communications
P. +62 21 2560 1069
F. +62 21 2560 1068
E. corpcomm@garuda-indonesia.com
W. www.garuda-indonesia.com
T. @IndonesiaGaruda