Kamis, 06 Maret 2014

Latihan 3


Adrie Subono Biography

Adrie Subono GAJI RP 60 RIBU UNTUK HIDUP SEKELUARGA

Setelah delapan tahun di Jerman, Adrie kembali ke Tanah Air. Adrie pun menemukan jodohnya. Usai menikah, ia kerja mati-matian untuk menghidupi keluarganya.
KLIK - Detail

Saya kembali ke Indonesia tahun 1978. Bukannya bekerja, saya malah sering ke diskotek. Bahkan, hampir tiap hari saya ke sana. Saat itu, baru ada dua diskotek, yaitu Pitstop dan Oriental. Ke mana-mana, saya diajak dan ditraktir teman-teman. Mungkin mereka pikir, saya lebih modern karena baru pulang dari Jerman.

Karena suka bergaul, saya memang punya banyak teman, termasuk teman cewek. Banyak, lo, cewek-cewek yang tertarik pada saya. Dulu saya, kan, termasuk ganteng. Ha ha ha Padahal, saya enggak punya modal. Saya hanya senang ngobrol. Akhirnya, saya menyerah saat bertemu dengan seorang model yang bernama Chrisye Fransz.

Chrisye sendiri sebenarnya bukan cinta pertama saya. Ingin tahu cinta pertama saya? Saya mengalami yang namanya cinta monyet waktu masih duduk di bangku SD di Semarang. Cinta-cintaan-lah. Saya aja lupa nama cewek itu. Kami ketemu di sekolah dan cuma ketawa-ketawa. Zaman dulu, kan, kuno.

Saya baru mulai pacaran beneran saat SMA. Dia anak orang kaya dan ke sekolah pakai mobil. Kalau saya, sih, naik becak. Saya pernah ngajak dia pacaran di daerah parkir timur Senayan. Kami naik mobil. Sialnya, kami ketangkep hansip. Akhirnya bisa lepas. Kayaknya, sih, setelah saya sogok pakai duit, deh.

KLIK - DetailPACARAN TIGA BULAN 
Saya pertama kali bertemu Chrisye karena dikenalin seorang teman di diskotek. Saat itu, saya merasakan cinta pada pandangan pertama. Dia cantik. Uniknya, kami punya banyak kesama-an. Mulai umur, rasi bintang (Capricorn), dan shio (naga). Satu-satunya yang beda adalah kepercayaan kami. Saya Islam dan dia Kristen.

Sama sekali enggak ada pdkt alias pendekatan. Zaman dulu memang enggak ada istilah pendekatan. Ketika pacaran, kami biasa ke disko. Saya juga sering ngangkatin tasnya kalau dia fashion show. Kalau nemenin dia, ke mana-mana selalu pakai mobilnya. Bensin juga dia yang bayarin. Saya enggak punya modal. Maklum, belum kerja.

Setelah pacaran sekitar tiga bulan, saya melamarnya. Saya berpikir, "Kalau enggak cepat-cepat ngajak kawin, kapan lagi dapat yang keren?" Dia mengiyakan. Saya sendiri enggak peduli meskipun kami berbeda agama. Awalnya, dia pernah berniat pindah agama, demi cinta. Saya bilang, "Enggak usahlah karena pindah agama harus dengan keyakinan. "Akhirnya Chrisye tak jadi pindah agama. Keluarga kami juga setuju, kok.

Waktu saya mau kawin, Om BJ Habibie udah menjabat menteri. Saya bilang, "Om, saya mau kawin dan mau kerja." Lalu, Om memberi uang Rp1 juta untuk modal usaha. Semula, saya belum bisa bikin usaha. Oleh Om, saya dikenalin ke perusahaan Jerman. Kerjaanku bersihin gudang dan gaji pertama saya Rp 60 ribu.

Oh ya, sebelum nikah, saya bikin "perjanjian" dengan Chrisye. Gaji saya hanya Rp 60 ribu per bulan, sedangkan Chrisye bisa dapat penghasilan Rp 1 juta per bulan dari modeling. Ayahnya juga seorang bankir. Saya harus mengambil keputusan, yaitu dengan memintanya berhenti sebagai model dan hidup dengan gaji Rp 60 ribu.

Saya enggak mau hidup di bawah bayang-bayang seorang istri. Sungguh bukan maksud saya merendahkan wanita. Namun, zaman dulu, lelaki lebih menonjol. Chrisye nurut dan mau hidup dengan uang Rp 60 ribu. Kami juga sepakat, kalau dia kangen kembali ke dunia model, sekali-sekali boleh.

RINTIS USAHA PROMOTOR 
Setelah menikah, hidup kami ternyata enggak gampang. Bayangkan saja, kami sempat tinggal di sebuah kamar ukuran 4x4 meter, di rumah kakak. Dari situ saya mulai berpikir, "Istri saya udah mau berkorban. Jadi, saya harus kerja yang bener." Apalagi, setelah saya dikaruniai tiga anak, yaitu Melanie, Christy, dan Adrian.

KLIK - DetailSejak itulah hidup saya total berubah. Saya jadi orang rumahan. Saya enggak pernah dugem dan lebih suka menikmati saat-saat di rumah dan main gitar. Saya sangat bahagia hidup bersama Chrisye. Di mata saya, Chrisye serba lebih. Dia sabar, taat beragama, bisa mendidik anak dengan segala kecerewetannya. Satu lagi, dia juga sangat sederhana. Saking sederhananya, kadang malah malu-maluin. Tak jarang, dia memakai baju yang sama keesokan harinya.

Punya keluarga bikin saya makin giat bekerja. Itu sebabnya, kehidupan saya pun meningkat. Berhenti dari perusahaan Jerman di tahun 1980, saya jadi supplier kertas untuk alat tulis kantor. Pada waktu itu Indonesia sedang membangun, sehingga ada kesempatan untuk berdagang. Bisnis saya semakin berkembang di bidang perkapalan dan properti.

Enggak bohong, saya ada fasilitas. Akan tetapi, fasilitas aja tanpa ada kerja keras, enggak bisa jalan. Saat orang tahu, saya keponakan Habibie, jujur, itu menjadi kemudahan. Saya enggak bisa menyalahkan garis keturunan bahwa saya keponakannya. Tapi beliau enggak pernah ngasih kerjaan kepada saya.

Begitulah, kehidupan saya mulai mapan. Setelah mapan dengan pekerjaan saya, saya ingin mencoba hal baru. Saya punya filosofi hidup yang terbagi tiga periode. Umur 0 ­ 20 tahun adalah waktu untuk belajar, 20 ­ 40 tahun adalah bekerja untuk hidup, 40 tahun ­ mati adalah hidup untuk bekerja dan menikmati yang sudah kita capai. Ketika tua nanti, saya ingin menikmati hidup. Karena itu, saya butuh suatu pekerjaan yang benar-benar bisa saya nikmati.

Pekerjaan apa? Sejak pulang dari Jerman, saya heran kenapa di Indonesia jarang ada konser. Padahal pasarnya besar. Ide ini muncul karena waktu di Jerman, saya sering nonton konser. Di sana, kan, banyak konser. Daripada orang-orang ke luar negeri untuk melihat artis kesayangannya, lebih baik mereka melihat di sini. Untuk itu, dibutuhkan jasa promotor. Terpikir di benak saya untuk menjadi seorang promotor.

Rabu, 05 Maret 2014

java musikindo

Java Musikindo adalah perusahaan event organizer yang bergerak di bidang musikyang didirikan oleh Adrie Subono untuk mendatangkan pemusik-pemusik mancanegara untuk mengadakan konser diIndonesia.

Selasa, 04 Maret 2014

kado si loko

Dalam rangka mewujudkan komitmen perusahaan untuk meningkatkan loyalitas pelanggan di dalam menggunakan jasa kereta api. Maka PT. Kereta Api Indonesia (Persero) meluncurkan program loyalty: "KADO SI LOKO", yang bertujuan agar: pelanggan selalu setia dan merasakan manfaat tambahan menggunakan jasa Kereta Api (KA).

Kado Si Loko adalah program reward bagi pelanggan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) dimana setiap pelanggan yang sudah mendaftar menjadi member dan membeli tiket kereta api, maka secara otomatis akan mendapat / menambah poin. Poin akan didapat melalui pembelian tiket KA komersial seharga kelipatan Rp.10,000,-. Setiap kelipatan Rp.10,000,- mendapatkan 1 poin. Nilai konversi 1 poin adalah Rp.500,- (Contohnya bila member membeli tiket seharga Rp.100,000,- maka pelanggan mendapat 10 poin senilai Rp.5000,- yang apabila diakumulasi sampai sejumlah Rp25,000,- dapat dimanfaatkan sebagai diskon pembelian tiket KA atau tiket gratis bila jumlah poin cukup). Cara memanfaatkan poin diskon tiket KA Kado Si Loko dengan menyebutkan no HP (sebagai no member) pada petugas loket saat membeli tiket.

Untuk menjadi member program Kado Si Loko ini, pelanggan cukup melakukan pendaftaran di Customer Service on Station di stasiun - stasiun besar dan Contact Center 121 (24 jam). Setelah mendaftar, pelanggan akan memperoleh nomor ID member Kado Si Loko, yaitu No handphone pelanggan. Member dapat memperoleh informasi poin melalui Customer Service on Station, Contact Center 121 (24 jam). Informasi saldo poin secara otomatis akan tercetak di tiket. Saat ini data penumpang yang menjadi member Kado Si Loko sudah mencapai 2 juta pelanggan/member.

Program Kado Si Loko ini sangat bermanfaat bagi pelanggan yaitu mempermudah proses transaksi pemesanan/pembelian tiket karena member hanya perlu menyebutkan nomor handphone kepada petugas loket, selain itu dimasa depan dalam pengembangan programnya pelanggan akan mendapatkan info-info terbaru mengenai promosi PT Kereta Api Indonesia (Persero). Member juga akan mendapatkan informasi terbaru mengenai merchant-merchant yang bekerja sama untuk program diskon Kado Si Loko.

Informasi program Kado Si Loko:
Contact Center 121 (24 jam). Melalui HP: 021-121, PSTN: 121, Twitter: @KAI121.
Email: kontak_pelanggan@kereta-api.co.id.

PT. Kereta Api Indonesia (Persero) © 2013 Authorised by Web Team Information System

Senin, 03 Maret 2014

PT. Toyota

KOMITMEN TOYOTA UNTUK TUMBUH BERSAMA MASYARAKAT INDONESIA MELALUI PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA YANG KOMPETEN DAN BERKUALITAS
TOYOTA TRAINING CENTER MEMBERIKAN PELATIHAN BAGI PETUGAS BEA CUKAI


Toyota Indonesia mempunyai komitmen yang kuat untuk turut serta tumbuh bersama masyarakat Indonesia melalui pengembangan sumber daya manusia yang kompeten dan berkualitas.

Guna mencapai tujuan tersebut, didirikanlah Toyota Training Center yang merupakan Divisi khusus di Toyota Indonesia yang memiliki peranan dalam pengembangan kualitas seluruh SDM Toyota dari segi kompetensi dan pengetahuan yang dimiliki.

Hingga saat ini, pengembangan kualitas SDM tidak dilakukan untuk kalangan internal Toyota saja. Tetapi, juga meliputi pengembangan kualitas SDM di lingkungan eksternal dengan mengadakan pelatihan yang bekerja sama dengan berbagai instansi pemerintahan.

Salah satu pelatihan yang telah rutin dilakukan adalah pelatihan bagi petugas Bea Cukai. Pelatihan yang diberikan adalah berupa Diklat Pemeriksaan Barang Otomotif yang sudah dilaksanakan sejak 2007.

Selain pelatihan bagi petugas Bea Cukai, pelatihan lainnya yang sudah dilakukan adalah pelatihan bagi Balurjabar TNI AL, Lembaga Pendidikan Polri Psd. Lantas, Dinas Perhubungan Kota Denpasar, serta Paspampres.

Direktur PT Toyota Astra Motor, Samuel Manasseh, menyebutkan bahwa selama 2014 ini TTC akan memberikan tiga pelatihan bagi petugas Bea Cukai. Salah satunya adalah yang dilaksanakan pada 25 Februari 2014 di Toyota Training Center yang berlokasi di Cibitung, Jawa Barat.

“Toyota Indonesia mempunyai komitmen untuk tumbuh bersama masyarakat Indonesia melalui pengembangan sumber daya manusia yang kompeten dan berkualitas, dengan memberikan pelatihan yang tidak hanya dilaksanakan untuk internal Toyota namun juga melibatkan instansi pemerintahan,” kata Samuel, hari ini.

Latar belakang dan tujuan dari pelatihan bagi petugas Bea Cukai ini, ujarnya, adalah untuk memberikan informasi dan pengenalan komponen kendaraan, terutama Toyota, yang sering ditangani oleh petugas Bea Cukai.

Melalui pelatihan ini, lanjutnya, petugas Bea Cukai diharapkan mempunyai knowledge dalam proses dan teknik pemeriksaan produk otomotif, sehingga dapat membantu dalam kelancaran pekerjaan mereka.
Training yang diberikan meliputi dua hal, yaitu Basic Automotive dan Vehicle Identification Number. Dalam Basic Automotive, materi pelatihan yang diberikan meliputi Garis Besar Komponen Kendaraan, Komponen & Cara Kerja Mesin Kendaraan, Komponen & Cara Kerja Drive Train, Komponen & Cara Kerja Brake System, Tipe Steering System, Body Kendaraan, dan Pengenalan Hybrid Technology.

Sementara itu, dalam pelatihan Vehicle Identification Number akan diberikan materi pelatihan berupa Nomor Identifikasi Kendaraan Bermotor (NIK/VIN) dan Sertifikasi & Registrasi Kendaraan Bermotor

Minggu, 02 Maret 2014

Inovasi Sebagai Kunci Prestasi PT.Astra International

JAKARTA: InnovAstra, ajang tahunan untuk menampilkan dan menghargai kemampuan berinovasi seluruh insan Astra di tanah air, tahun ini memasuki penyelenggaraan yang ke-30. Acara penganugerahan penghargaan kepada para pemenang dilaksanakan di Gedung PT Astra International Tbk, pada hari ini, Kamis, 27 Februari 2014.
Acara ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-57 Astra. Berbagai proyek yang menggagas perbaikan operasional dan inovasi yang diusung dalam InnovAstra telah berhasil diterapkan dalam kegiatan rutin operasional, sehingga semakin mendorong aktualisasi pengembangan karyawan, proses kerja dan kinerja untuk meraih perbaikan berkelanjutan.
Untuk mengantar Astra ke tingkat pencapaian organisasi yang lebih tinggi (next level), inovasi menjadi sebuah syarat yang tidak terelakkan. Dalam globalisasi, inovasi merupakan sebuah daya dorong, bahkan sumber pertumbuhan organisasi yang utama.
“Untuk itu, gerakan inovasi yang telah dilakukan selama ini harus terus dilanjutkan, bahkan lebih diperkuat dan diperbarui sesuai konteks zamannya. Oleh karenanya, manajemen sangat mendukung gagasan InnovAstra to the Next Level, dalam rangka merumuskan kembali sistem dan praktek inovasi di Astra, dengan harapan dapat mengantar Astra ke jenjang pencapaian yang lebih tinggi,” ungkap Presiden Direktur PT Astra International Tbk Prijono Sugiarto.
Tampil juga dalam sesi sharing Indra Sjafri, Pelatih Tim Nasional Indonesia U-19, yang bercerita tentang bagaimana membentuk tim yang berhasil dengan memasukkan unsur inovasi, dari berbagai bidang, sehingga mampu mencatat prestasi di level internasional setelah 22 tahun Indonesia puasa gelar. “Kami punya empat kriteria penilaian, yaitu skill pemain, fisik, kecerdasan dan mental pemain, setelah berinovasi blusukan atau mencari bibit-bibit unggul di seluruh pelosok tanah air,” ujar Indra Sjafri dengan penuh semangat nasional di depan inovator-inovator Grup Astra.
Penyelenggaraan InnovAstra sejak awal hingga kini telah menghasilkan proyek dengan jumlah yang cukup banyak dari setiap kategori, perinciannya adalah sebagai berikut:
  1. Kategori Suggestion System (SS) atau sistem saran adalah improvement dan inovasi kategori individu, hingga saat ini telah menghasilkan 5.174.489 proyek.
  2. Kategori Quality Control Circle (QCC) adalah improvement dan inovasi kategori tim dalam satu departemen, hingga saat ini telah menghasilkan 65.710 proyek.
  3. Kategori Quality Control Project (QCP) adalah improvement dan inovasi kategori tim lintas departemen dalam satu divisi, hingga saat ini telah menghasilkan 6.274 proyek.
  4. Kategori Business Performance Improvement (BPI) adalah improvement dan inovasi kategori tim lintas divisi dalam satu perusahaan, hingga saat ini telah menghasilkan 284 proyek.
  5. Kategori Value Chain Innovation (VCI) yang baru dimulai sejak tahun 2013 lalu, adalah improvement dan inovasi kategori tim lintas perusahaan, hingga saat ini telah menghasilkan 43 proyek.

Astra memaknai setiap langkahnya dengan sumbangsih untuk bangsa dan negara. Beberapa pencapaian yang telah diraih Astra menjadi sebuah semangat untuk bisa berbuat lebih baik lagi bagi kemajuan negeri, melalui 179 perusahaan dan 197.434 karyawan yang tersebar di seluruh Indonesia, Astra bertekad untuk mewujudkan cita –cita menjadi kebanggaan bangsa (pride of the nation) di tahun 2020 mendatang.
Yang istimewa pada penyelenggaraan InnovAstra ke-30 ini adalah, Astra memberikan The Distinguished Award of InnovAstra 30, sebuah apresiasi yang khusus diberikan kepada perusahaan yang selama ini dinilai telah menunjukkan praktek inovasi yang terukur, bermutu dan juga bekesinambungan. Hal ini dimaksudkan untuk mendorong langkah insan Astra dan juga organisasi untuk semakin terlibat aktif dalam gerakan inovasi di Astra.
Ada tiga sasaran yang ingin dituju dalam inisiatif InnovAstra to the Next Level, yaitu:
  1. Meningkatkan kualitas inovasi, agar memiliki dampak hasil yang lebih signifikan dan strategis.
  2. Memperluas bidang inovasi yang digarap, mulai dari inovasi di bidang proses, produk dan layanan, jaringan distribusi, merek (brand) dan bahkan bisnis model.
  3. Memastikan adanya pengukuran inovasi yang mampu mendorong pertumbuhan perusahaan secara berkelanjutan (sustainable).

Perjalanan InnovAstra ditahun ke-30 ini telah menjadi bukti bahwa invovasi telah menjadi budaya dalam kegiatan harian di Astra. Perjalanan panjang ini juga menunjukkan bahwa Astra dan manajemennya memberikan komitmen dan dukungan yang konsisten tehadap aktivitas improvement dan innovation para karyawannya. Jajaran organisasi juga percaya bahwa InnovAstra telah memberikan nilai tambah yang nyata bagi kinerja perusahaan, dan menjadikan insan Astra sebagai manusia pembelajar yang mau terus tumbuh dan berkembang demi masa depan pribadi maupun organisasi yang lebih cerah. 
Tahun 2014, jumlah proyek – proyek inovasi yang didaftarkan di InnovAstra secara rata – rata mengalami peningkatan sebesar 43,78%, dengan perincian sebagai berikut:
  1. Kategori Suggestion System (SS) atau sistem saran menghasilkan 637.027 proyek, naik sebesar 29,45% dari tahun sebelumnya.
  2. Kategori Quality Control Circle menghasilkan 7.312 proyek, naik sebesar 0,34% dari tahun sebelumnya.
  3. Kategori Quality Control Project menghasilkan 1.138 proyek, naik sebesar 20,55% dari tahun sebelumnya.
  4. Kategori Business Performance Improvement (BPI) menghasilkan 130 proyek, naik sebesar 124,14% dari tahun sebelumnya.
  5. Kategori Value Chain Innovation (VCI) menghasilkan 26 proyek, naik sebesar 44,44% dari tahun sebelumnya.

“Data statistik di atas merupakan sebuah pancapaian yang luar biasa, yang menunjukkan partisipasi aktif seluruh insan Astra dalam berbagai kegiatanimprovement dan innovation, yang akan memberikan nilai tambah Astra bagi para pelanggan, stakeholders dan bangsa Indonesia,” jelas Prijono.
Astra Green Company (AGC) dan Astra Friendly Company (AFC)                    Dalam acara hari ini juga diserahkan penghargaan Astra Green Company dan Astra Friendly Company (AGC dan AFC) kepada perusahaan di Grup Astra.  
AGC telah dimulai sejak tahun 1999 dan terus dikembangkan hingga kini. AGC memuat kriteria di bidang Pengelolaan Lingkungan, Kesehatan dan Keselamatan Kerja (LK3) yang meliputi strategi bisnis perusahaan (green strategy), proses bisnis yang aman, nyaman dan bersih (green process), pengembangan produk yang ramah lingkungan (green product) dan pengembangan kompetensi sumber daya manusia (green employee). AGC bertujuan untuk mencapai operasi bisnis yang ramah lingkungan dan keberlanjutan di masing – masing bisnis dan operasi Grup Astra.
Sementara itu, Astra Friendly Company merupakan bentuk kerangka panduan komprehensif Grup Astra mengenai penerapan sistem manajemen, implementasi dan metode pengukuran program pengembangan berkesinambungan tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).
Melalui standar AFC, setiap perusahaan dalam Grup Astra diharapkan dapat mengintegrasikan aspek sosial dalam setiap keputusan bisnisnya sehingga tercapai peningkatan kualitas hubungan sosial yang seimbang dan harmonis dengan para pemangku kepentingan.
Fokus implementasi program AFC adalah pada program pendidikan, kegiatan peningkatan pendapatan masyarakat (Income Generating Activities), kesehatan dan lingkungan. Sejak tahun 2011, terdapat revisi pada kriteria penilaian AFC yaitu penambahan kriteria penilaian program budaya. Perusahaan – perusahaan di Grup Astra diharapkan turut serta dalam melakukan pelestarian budaya masyarakat setempat.

Jakarta, 27 Februari 2014                  
PT Astra International Tbk

Sabtu, 01 Maret 2014

PT.Internusa Food

PT. Internusa Food was founded on the mid 90’s i.e. 1996, headquartering in Jakarta,  Indonesia. Having no experience in the confectionery business and starting from zero, the company has made a huge crack at the early of the 21st century, competing with other confectionery industries. The company is still family-owned and private. Due to a huge demand in our products, the company has expanded the size of the factories and is still expanding. With suppliers coming from all parts of Indonesia and professional partners from all over the world,  the company’s products is known world wide. The company is exporting to most parts of the world, including all regions of South-East Asia,  Japan,  Africa and Middle East.